Ekonomi Sirkular Biru Jadi Strategi BRIN Majukan Kampung Nelayan Merah Putih
Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular biru di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai upaya menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mengatasi persoalan limbah pesisir. Peneliti Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler BRIN, Andrian Ramadhan, menyebut konsep ini dapat mengubah limbah perikanan dan sampah laut menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat nelayan.
Menurut Andrian, kawasan pesisir dan sentra perikanan saat ini menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya limbah seperti sampah plastik, sisa organik perikanan, bubu rusak, serta alat tangkap yang tertinggal di laut. Melalui ekonomi sirkular biru, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi dengan sistem yang berkelanjutan.
Beberapa peluang pengembangan yang dapat diterapkan di KNMP antara lain pengolahan cangkang rajungan menjadi produk turunan seperti chitosan, pemanfaatan sisa ikan untuk bahan pakan ternak mandiri, hingga pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif melalui teknologi pirolisis. BRIN menilai diversifikasi usaha berbasis pengolahan limbah ini dapat membuka industri baru bagi nelayan dan menjadi strategi menghadapi keterbatasan sumber daya perikanan di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com
