Pemerintah Jajaki Pasokan 30 Juta Barel Minyak Mentah dari UEA
1 min read

Pemerintah Jajaki Pasokan 30 Juta Barel Minyak Mentah dari UEA

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah masih menjajaki rencana impor minyak mentah hingga 30 juta barel dari Uni Emirat Arab (UEA). Bahlil menegaskan bahwa rencana tersebut masih berupa potensi dan belum mencapai tahap kesepakatan final. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan pasokan minyak mentah hingga 30 juta barel dari UEA. Informasi tersebut disampaikan setelah Djoko mendampingi Bahlil menerima Duta Besar UEA di Jakarta pada Selasa (27/10). Menurut Djoko, pihak UEA menyampaikan peluang pengiriman minyak mentah ke Indonesia dengan tawaran tanpa biaya, tanpa kebutuhan modal kerja (working capital), serta termasuk pembebasan biaya kapal. Meski demikian, rincian skema kerja sama tersebut masih belum dijelaskan secara terperinci.

Selain membahas rencana pasokan minyak mentah dari UEA, pertemuan tersebut juga membicarakan perkembangan keputusan investasi akhir atau final investment decision (FID) proyek gas di Blok Andaman, wilayah lepas pantai Aceh. Penjajakan impor minyak mentah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjajaki peluang kerja sama energi internasional. Namun, mekanisme pasokan, jadwal pengiriman, dan cakupan pembebasan biaya masih memerlukan kejelasan lebih lanjut. Dikutip dari Antaranews.com