Mengenal Kolintang: Alat Musik Tradisional Minahasa
Jakarta – Kolintang adalah alat musik tradisional asal Minahasa, Sulawesi Utara, yang lahir dari kreativitas masyarakat dan legenda cinta antara Lintang dan Makasiga. Kisah ini bermula saat Lintang meminta Makasiga menciptakan alat musik yang lebih indah dari seruling emas sebagai syarat pinangan. Dalam pencariannya di hutan, Makasiga menemukan bahwa bilah kayu yang dijemur menghasilkan bunyi merdu jika dipukul, yang kemudian menjadi cikal bakal kolintang.
Alat musik ini termasuk jenis perkusi bernada yang terdiri dari bilah kayu ringan bertekstur padat seperti kayu telur atau wenang yang disusun di atas rak resonator. Nama kolintang sendiri diambil dari bunyi tong, ting, dan tang yang mewakili perbedaan nada. Dahulu, alat ini dimainkan di atas kaki atau batang pisang dan digunakan untuk upacara adat pemujaan leluhur.
Modernisasi kolintang terjadi pada tahun 1940 saat Nelwan Katuuk menyusun nadanya ke dalam tangga diatonis. Kini, kolintang telah berkembang menjadi satu set instrumen lengkap yang mencakup melodi hingga bass. Selain menjadi warisan budaya yang diakui, kolintang sekarang berfungsi sebagai pengiring tari tradisional dan musik penyambutan tamu dalam berbagai acara resmi. Dikutip dari RRI.co.id
