Mendag Minta Produsen Perbanyak Second Brand untuk Dampingi Minyakita
1 min read

Mendag Minta Produsen Perbanyak Second Brand untuk Dampingi Minyakita

Jakarta – Menteri Perdagangan Budi Santoso meminta produsen minyak goreng untuk memperbanyak produksi merek alternatif atau second brand sebagai pendamping Minyakita. Langkah ini bertujuan agar masyarakat memiliki pilihan minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau dan tidak hanya bergantung pada satu merek saja. Upaya ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok serta menjaga stabilitas harga pangan di pasar rakyat menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Pemerintah menjelaskan bahwa jumlah Minyakita sangat bergantung pada kinerja ekspor melalui skema domestic market obligation, sehingga pasokannya bisa terbatas sewaktu-waktu. Second brand diharapkan hadir dengan kualitas yang setara atau bahkan lebih baik namun tetap memiliki harga yang mengacu pada harga eceran tertinggi Minyakita. Dengan memperbanyak pilihan di pasar, pemerintah yakin ketersediaan minyak goreng akan tetap melimpah meskipun permintaan masyarakat mengalami peningkatan signifikan.

Kementerian Perdagangan memastikan bahwa pasokan minyak goreng nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan produksi terus ditingkatkan. Hingga awal Februari 2026, penyaluran melalui BUMN pangan telah mencapai 33 persen dan berhasil menekan rata-rata harga nasional menjadi sekitar 16.200 rupiah per liter. Melalui penguatan produksi merek alternatif ini, diharapkan distribusi menjadi lebih lancar dan tidak terjadi distorsi harga yang merugikan konsumen di berbagai daerah. Dikutip dari Antaranews.com