Mentan Siapkan Rp1,7 Triliun Peremajaan Tebu demi Swasembada Gula
Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, mengumumkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,7 triliun untuk program peremajaan lahan tebu (bongkar ratoon) nasional. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi rendahnya produktivitas gula akibat kondisi 70-80 persen tanaman tebu yang sudah tua dan rusak. Melalui dana hibah APBN tersebut, pemerintah menargetkan peremajaan lahan seluas 100.000 hektare setiap tahunnya demi mengejar target swasembada gula putih pada tahun 2027.
Dalam rapat kerja bersama DPR RI di Jakarta, Rabu (8/4/2026), Mentan menjelaskan bahwa kebutuhan gula nasional mencapai 6,7 juta ton, namun produksi dalam negeri saat ini baru menyentuh angka 2,67 juta ton. Amran menyoroti urgensi percepatan peremajaan karena realisasi saat ini baru mencapai 10 persen dari idealnya 25 persen per tahun. Dengan melakukan revitalisasi secara masif pada total 300.000 hektare lahan secara bertahap, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui sektor pertanian yang lebih tangguh.
Selain fokus pada peningkatan produksi, pemerintah juga memperkuat sinergi dengan BUMN seperti PTPN dan sektor swasta untuk optimalisasi di lapangan. Program ini juga mencakup pengembangan nilai tambah melalui pemanfaatan molase menjadi etanol serta pengetatan regulasi untuk mencegah masuknya gula rafinasi ke pasar konsumsi yang berisiko merugikan petani. Dengan pendekatan holistik ini, Mentan yakin industri gula nasional tidak hanya akan mencapai kemandirian konsumsi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan industri serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com
