PAM Jaya Ungkap Penyebab Utama Suplai Air di Pluit Sering Fluktuatif
1 min read

PAM Jaya Ungkap Penyebab Utama Suplai Air di Pluit Sering Fluktuatif

Jakarta – Direktur Operasional PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengungkapkan bahwa fluktuasi suplai air bersih di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, disebabkan oleh posisi wilayah tersebut yang berada di ujung jaringan pipa (dead end) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pejompongan. Kondisi geografis ini membuat tekanan air sering tidak stabil saat mencapai pelanggan. Untuk mengatasi kendala tersebut, PAM Jaya tengah mengakselerasi pembangunan SPAM Angke-Pesanggrahan yang diproyeksikan mampu menyuplai air hingga 3.000 liter per detik guna memperkuat distribusi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

Sebagai langkah nyata meningkatkan layanan, PAM Jaya menargetkan cakupan sambungan air bersih mencapai 90 persen pada tahun 2026 melalui penambahan 250.000 sambungan baru. Syahrul menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas, kuantitas, dan kontinuitas layanan bagi seluruh warga Jakarta. Transformasi infrastruktur ini menjadi prioritas utama perusahaan agar masalah krisis air di wilayah ujung jaringan dapat teratasi secara permanen seiring dengan penguatan sistem penyediaan air yang lebih modern.

Sambil menunggu proyek infrastruktur rampung, PAM Jaya menghadirkan solusi jangka pendek dengan mendistribusikan 2.000 unit toren air secara bertahap di seluruh DKI Jakarta. Kawasan dengan kebutuhan mendesak seperti Muara Angke di Kelurahan Pluit menjadi prioritas utama pemberian bantuan ini. Toren air tersebut berfungsi sebagai fasilitas penampungan cadangan yang mampu menyediakan pasokan air stabil hingga 24 jam bagi warga, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun terjadi fluktuasi tekanan pada jaringan pipa utama. Dikutip dari Antaranews.com