Antisipasi Macet Minggu Sore, Polri Siapkan Skenario Arus Lalu Lintas di Jalur Utama
1 min read

Antisipasi Macet Minggu Sore, Polri Siapkan Skenario Arus Lalu Lintas di Jalur Utama

Kabupaten Bekasi – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan langkah strategis guna mengantisipasi prediksi bangkitan arus lalu lintas pemudik pada Minggu sore (15/3/2026), yang bertepatan dengan hari ketiga Operasi Ketupat 2026. Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan skenario manajemen rekayasa lalu lintas untuk menghadapi lonjakan kendaraan yang diperkirakan terjadi setelah waktu berbuka puasa. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui Command Center KM 29, Bekasi, untuk memastikan pergerakan masyarakat tetap terkendali.

Dalam menentukan penerapan diskresi kepolisian seperti contraflow dan one way, Polri tidak hanya bersandar pada prediksi, melainkan pada data real-time melalui sistem traffic counting. Petugas memonitor kondisi lapangan secara mutakhir menggunakan jaringan CCTV, radar di KM 47, hingga menerbangkan ETLE drone setiap tiga jam. Instrumen ini memungkinkan Korlantas menghitung volume kendaraan secara presisi, di mana rekayasa contraflow satu lajur akan otomatis diusulkan jika jumlah kendaraan mencapai 5.500 unit per jam secara berturut-turut.

Jika kepadatan terus meningkat hingga menyentuh angka 6.400 kendaraan per jam, Polri akan meningkatkan skema menjadi contraflow dua lajur. Lebih lanjut, apabila terpantau adanya perlambatan signifikan antara KM 47 hingga KM 70, pihak kepolisian akan memberlakukan sistem one way sepenggal. Adapun skema one way nasional telah ditetapkan mulai dari KM 70 Jakarta-Cikampek hingga KM 414 Kalikangkung, Jawa Tengah. Sementara itu, untuk jalur ke arah Surabaya, penerapan one way lokal akan berada di bawah wewenang Kapolda atau Dirlantas wilayah setempat.

Langkah antisipasi ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik di masa Mudik Lebaran 2026. Kakorlantas mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai rekayasa lalu lintas melalui kanal resmi agar dapat merencanakan waktu perjalanan dengan lebih bijak. Dengan dukungan teknologi ETLE drone dan radar sensor, diharapkan titik-titik rawan kemacetan dapat terurai lebih cepat sehingga mobilitas masyarakat menuju kampung halaman tetap lancar dan terminimalisir dari potensi kecelakaan. Dikutip dari Antaranews.com