Infrastruktur Rusak, Jebolnya Talud Picu Banjir Parah di Wilayah Klaten
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa banjir yang menggenangi lima kecamatan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026), tidak hanya disebabkan oleh tingginya intensitas hujan, tetapi juga diperparah oleh rusaknya infrastruktur talud penahan aliran sungai. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa kerusakan talud tersebut memicu luapan air sungai yang signifikan ke arah permukiman warga dan fasilitas publik.
Berdasarkan data BNPB pada Jumat (6/3/2026), bencana ini mengakibatkan lebih dari seribu rumah terdampak dan memaksa 121 warga mengungsi ke posko taktis di Balai Desa Cawas. Selain kerugian pada hunian warga, banjir juga merendam belasan fasilitas pendidikan, tempat ibadah, fasilitas kesehatan, hingga kantor kepolisian sektor. Meskipun banjir dilaporkan telah surut dan pengungsi mulai kembali ke rumah pada Rabu (4/3/2026), BNPB memberikan peringatan serius terkait pentingnya perbaikan infrastruktur sungai di wilayah tersebut.
Abdul Muhari menekankan agar pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat Klaten meningkatkan kesiapsiagaan mengingat adanya potensi cuaca ekstrem dari BMKG hingga 7 Maret 2026. Langkah mitigasi seperti pengecekan rutin kondisi talud dan tanggul, pembersihan drainase, serta pemangkasan dahan pohon harus segera dilakukan untuk mengurangi risiko bencana susulan. Penguatan rencana kedaruratan serta kesiapan personel menjadi kunci utama agar respons penanganan di masa depan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dikutip dari Antaranews.com
