Tradisi Blangikhan Lampung: Simbol Penyucian Diri dan Akar Kuat Pariwisata Budaya
Jakarta – Wakil Menteri Pariwisata menilai tradisi Blangikhan di Lampung sebagai wujud nyata pariwisata yang lahir dan dikelola langsung oleh masyarakat. Tradisi ini dianggap memiliki potensi besar dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi warga lokal. Dengan melibatkan sektor UMKM dalam setiap rangkaian acaranya, Blangikhan berhasil menciptakan ekosistem pariwisata yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan spiritualitas masyarakat Lampung.
Selain menjadi daya tarik wisata, Blangikhan merupakan ritual penyucian diri yang menggunakan air dari tujuh mata air sebagai simbol pembersihan lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan. Tradisi ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa menjadi fondasi pembangunan pariwisata masa depan yang berkelanjutan. Pemerintah mendorong kolaborasi antara berbagai pihak agar prosesi adat yang sudah turun-temurun ini tetap terjaga kualitasnya dan dikenal lebih luas oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.
Provinsi Lampung saat ini menempati posisi kesembilan dalam kontribusi kunjungan wisatawan secara nasional. Untuk menjawab tantangan ekosistem wisata yang belum optimal, pemerintah daerah berencana membangun kawasan ekonomi khusus guna memicu masuknya investasi. Melalui sinergi antara tradisi budaya seperti Blangikhan dan pengembangan infrastruktur modern, diharapkan pariwisata Lampung dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang terintegrasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Dikutip dari Antaranews.com
