IHSG Anjlok Ditengah Sikap “Wait and See” Pelaku Pasar Terhadap Suku Bunga The Fed
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed. IHSG ditutup melemah 10,65 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,78, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,23 poin atau 0,36 persen ke posisi 612,56. Pergerakan di zona merah ini terjadi sepanjang sesi pertama hingga penutupan perdagangan sesi kedua, dengan sektor infrastruktur mengalami pelemahan paling dalam sebesar 1,29 persen.
Pelemahan pasar domestik juga dipengaruhi oleh sentimen eksternal dan internal yang sedang dicermati investor sepanjang pekan ini. Dari mancanegara, pelaku pasar menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 28-29 Juli 2026, serta data ekonomi global seperti inflasi PCE AS dan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II 2026. Sementara dari dalam negeri, investor cenderung berhati-hati menantikan kepastian arah kebijakan moneter pascapengunduran diri Perry Warjiyo dan penunjukan Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia.
Meskipun dibayangi sentimen negatif dan aksi wait and see, sejumlah bursa saham regional Asia justru tercatat kompak berada di zona hijau pada penutupan sore hari ini. Indeks Nikkei menguat 0,66 persen, indeks Shanghai naik 1,15 persen, indeks Hang Seng bertambah 0,98 persen, indeks Kospi menguat 0,97 persen, dan indeks Strait Times turut menguat 0,55 persen. Di pasar domestik sendiri, tercatat sebanyak 318 saham mengalami kenaikan, 360 saham menurun, dan 287 saham stagnan dengan nilai transaksi total mencapai Rp12,12 triliun. Dikutip dari Antaranews.com
