Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Pasar Soroti Persoalan MSCI
1 min read

Rupiah Tertekan di Awal Pekan, Pasar Soroti Persoalan MSCI

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (19/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka turun 0,15 persen atau 27 poin ke level Rp18.054 per dolar AS. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif pada akhir pekan lalu, ketika rupiah terkoreksi 0,50 persen ke posisi Rp18.027 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS berada di level 101,65, menguat dibandingkan perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap mata uang Garuda turut dipengaruhi sentimen negatif terkait MSCI yang memicu kekhawatiran investor di pasar keuangan Indonesia.

Analis Pasar Uang Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, mengatakan pengumuman MSCI pada Jumat lalu memicu arus keluar dana asing dari pasar keuangan domestik. Tercatat, investor asing melepas saham senilai Rp3,3 triliun dan Surat Berharga Negara Indonesia (INDOGB) sebesar Rp1,5 triliun. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan periode 12–15 Oktober 2026, ketika aliran modal asing ke aset berdenominasi rupiah mencapai Rp7,8 triliun. Dari jumlah tersebut, dana asing masuk melalui Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp4,7 triliun dan INDOGB sebesar Rp3 triliun. Menurut Jessica, pembalikan arus modal yang tajam mencerminkan masih rapuhnya minat investor asing di tengah ketidakpastian terkait MSCI.

Sementara itu, tekanan akibat sentimen MSCI turut merambat ke pasar obligasi dan nilai tukar rupiah melalui penyesuaian portofolio investor. Meski demikian, kondisi tersebut tidak secara langsung memengaruhi kelayakan INDOGB dalam indeks obligasi global. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut sepanjang pekan ini. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.200 per dolar AS. Pergerakan rupiah ke depan akan dipengaruhi oleh sentimen global, arus modal asing, serta perkembangan persoalan MSCI yang menjadi perhatian pelaku pasar keuangan Indonesia. Dikutip dari rri.co.id