Rupiah Menguat di Awal Perdagangan Hari Ini, Risiko Pelemahan Masih Ada
Jakarta – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis, 29 Oktober 2026. Mengacu data Bloomberg, rupiah naik 0,21 persen atau 38 poin ke level Rp18.146 per dolar AS, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,15 persen ke posisi Rp18.184 per dolar AS. Meski menunjukkan penguatan pada awal perdagangan, pergerakan rupiah masih berpotensi menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS.
Analis Pasar Uang MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan rupiah masih berada dalam tekanan, meskipun peluang penguatan tetap terbuka. Rupiah diperkirakan menguji kisaran Rp18.124 hingga Rp18.160 per dolar AS. Namun, jika menembus level Rp18.217, rupiah berpotensi melemah lebih lanjut ke kisaran Rp18.264 hingga Rp18.306 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi penguatan indeks dolar AS setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,75–4,00 persen dalam rapat Oktober.
Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia. Yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik 10 basis poin menjadi 7,65 persen, sedangkan tenor dua tahun meningkat 5 basis poin menjadi 7,04 persen. Spread imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tenor 10 tahun tercatat sebesar 263,6 basis poin. Kondisi tersebut mengindikasikan tekanan pasar tidak hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga faktor domestik. Adapun indeks dolar AS bergerak di kisaran 102,15–102,18. Dikutip dari rri.co.id
