Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp18.115 per Dolar AS pada Perdagangan Rabu
Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 November 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah naik 45 poin atau 0,25 persen ke level Rp18.115 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.160 per dolar AS. Penguatan mata uang Garuda ini didorong oleh pelemahan indeks dolar AS dan penurunan harga minyak mentah dunia.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan penguatan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal, terutama ekspektasi tercapainya perdamaian di Timur Tengah dan antisipasi hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat. Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas akibat kondisi pasar saham domestik yang relatif lemah. Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan.
Sementara itu, mayoritas mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Rabu pagi. Yen Jepang memimpin penguatan sebesar 0,65 persen, diikuti won Korea Selatan yang naik 0,53 persen dan baht Thailand sebesar 0,19 persen. Dolar Singapura menguat 0,16 persen, ringgit Malaysia naik 0,13 persen, dolar Hong Kong menguat 0,02 persen, serta peso Filipina naik tipis 0,003 persen. Sebaliknya, yuan China melemah 0,11 persen dan dolar Taiwan turun 0,13 persen terhadap dolar AS. Dikutip dari Suara.com
