Warga Keluhkan Genangan Akibat Proyek Pintu Air, Begini Penjelasan SDA Jakbar
1 min read

Warga Keluhkan Genangan Akibat Proyek Pintu Air, Begini Penjelasan SDA Jakbar

JAKARTA – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat memberikan klarifikasi terkait keluhan warga RW 06 Cengkareng Barat mengenai genangan air yang dipicu oleh proyek pembangunan pintu air di Kali Apuran. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa genangan setinggi 10 hingga 20 cm tersebut merupakan dampak sementara dari pengerjaan Polder Pedongkelan. Proyek strategis ini bertujuan untuk mengalihkan aliran air dari Saluran Penghubung (Phb) Sumur Bor menuju Kali Mookervart sebagai upaya pengendalian banjir jangka panjang di wilayah tersebut.

Mustajab memaparkan bahwa metode konstruksi mengharuskan sebagian aliran sungai dibendung sementara (kisdam) agar area bawah jembatan tetap kering selama proses pengerjaan. Meskipun aliran dari hulu sudah diantisipasi dengan sistem penyedotan (dewatering) menggunakan pompa berkapasitas 1.000 lps, peningkatan debit air tetap memicu luapan ke pemukiman warga, terutama saat hujan deras. Pihak Sudin SDA memastikan telah berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas SDA DKI Jakarta untuk segera menindaklanjuti efek samping luapan air yang dikeluhkan warga selama tiga minggu terakhir.

Di sisi lain, warga RW 06 Cengkareng Barat menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur anti-banjir tersebut, namun meminta agar dampak pengerjaan tidak merugikan lingkungan sekitar. Ketua RW 06, Suroto, berharap pihak pelaksana proyek dapat menemukan solusi teknis agar air tidak terus merendam jalanan dan rumah warga selama masa konstruksi. Menanggapi hal tersebut, SDA Jakarta Barat berkomitmen untuk terus memantau situasi di lapangan agar pelayanan publik dan mobilitas warga tetap terjaga tanpa menghambat progres pembangunan pintu air. Dikutip dari Antaranews.com