BTN Catatkan Laba Bersih Rp 1,1 Triliun pada Kuartal Pertama Tahun 2026
3 mins read

BTN Catatkan Laba Bersih Rp 1,1 Triliun pada Kuartal Pertama Tahun 2026

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 22,6% dibandingkan dengan Rp 904 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini didukung oleh berbagai langkah transformasi dan inovasi, serta dukungan kuat dari Pemerintah terhadap industri pembiayaan perumahan nasional.

BTN juga terus berkomitmen untuk mendukung masyarakat dalam memiliki rumah dengan menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencapai 6 juta unit sejak 1976 hingga awal April 2026, dengan total nilai mencapai Rp 530 triliun.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari keberpihakan Pemerintah terhadap rakyat, terutama masyarakat menengah ke bawah.

“Dari 6 juta rumah tersebut, jika satu rumah dihuni oleh 4 orang, maka total ada 24 juta orang yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni,” ujarnya.

Nixon juga menyatakan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah karena menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat.

“Kami berterima kasih karena keberpihakan Pemerintah yang menempatkan sektor perumahan sebagai program prioritas nasional yang pro-rakyat menjadi fondasi penting dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.

Dia menekankan bahwa bagi BTN, hal ini bukan hanya memperkuat kinerja bisnis secara berkelanjutan dan sesuai dengan prinsip GCG (good corporate governance), tetapi juga menjadi pendorong untuk terus memperkuat peran sebagai mitra strategis Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan hunian layak bagi masyarakat.

Nixon menjelaskan bahwa keberpihakan pada perumahan memiliki efek berlipat yang besar, baik bagi penghuni rumah maupun perekonomian nasional. Dia merinci bahwa sektor perumahan merupakan sektor yang padat modal dan membutuhkan tenaga kerja lokal, mulai dari pengembang hingga tukang.

“Dari sektor perumahan nasional bisa membuka peluang pekerjaan terhadap 12,5 juta orang di seluruh sektor terkait dan setiap tambahan capital injection sebesar Rp 1 triliun di industri ini akan menambah keterlibatan tenaga kerja sebanyak 8.000 orang,” jelas Nixon.

Kinerja Kredit

Di sisi lain, Nixon menyatakan bahwa penyaluran KPR kepada jutaan keluarga di Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. Pada kuartal I-2026, BTN melaporkan total penyaluran kredit mencapai Rp 400,63 triliun, meningkat 10,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 363,11 triliun.

Dari jumlah tersebut, segmen KPR Subsidi mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 193,55 triliun, yang menunjukkan kenaikan 7,7% jika dibandingkan dengan Rp 179,70 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, untuk KPR Non-Subsidi, total kredit mencapai Rp 112,56 triliun, naik 5,4% dari Rp 106,81 triliun di tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan pertumbuhan yang positif, yaitu sebesar 9,9% menjadi Rp 422,63 triliun pada kuartal I-2026, dibandingkan dengan Rp 384,70 triliun di periode yang sama tahun lalu.

“Current account and savings account (CASA) BTN juga terus menunjukkan peningkatan sejalan dengan transformasi di segmen retail dan kehadiran bale by btn. Per kuartal I-2026, CASA BTN tercatat naik 7,9% yoy menjadi Rp 212,11 triliun atau menempati porsi 50,2% dari total DPK,” ungkapnya.

Selain itu, Cost of Fund (CoF) BTN juga membaik menjadi 3,0% pada kuartal I-2026, turun dari 4,0% di periode yang sama tahun lalu. Kinerja kredit dan DPK ini turut mendukung peningkatan aset BTN sebesar 10,5% menjadi Rp 517,54 triliun per kuartal I-2026 dari Rp 468,53 triliun.

Dukungan Danantara

Nixon menyatakan bahwa pencapaian positif yang diraih tidak terlepas dari dukungan Danantara Indonesia serta BP BUMN yang senantiasa mendorong BTN untuk menjalankan tujuan mulia.

”Kami berfungsi sebagai penggerak utama dalam pembiayaan perumahan nasional, sambil tetap memberikan kinerja yang optimal dan berkelanjutan bagi para pemegang saham,” ungkapnya.

Di sisi lain, pada kuartal pertama tahun ini, jumlah pengguna bale by BTN mengalami lonjakan signifikan sebesar 67,5% dibandingkan tahun lalu, mencapai 4 juta pengguna, naik dari 2,4 juta pengguna pada kuartal I-2025. Selain itu, pertumbuhan positif juga terlihat pada rata-rata saldo tabungan, jumlah, dan nilai transaksi yang masing-masing meningkat 18% yoy, 8,1% yoy, dan 48,2% yoy pada kuartal I/2026.