Ekonom: Belanja Pemerintah Berpengaruh Langsung Terhadap Permintaan Domestik
1 min read

Ekonom: Belanja Pemerintah Berpengaruh Langsung Terhadap Permintaan Domestik

Jakarta – Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa realisasi belanja pemerintah pada triwulan I 2026 memberikan efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap penguatan permintaan domestik. Lonjakan belanja negara yang mencapai Rp815,0 triliun atau tumbuh 31,4 persen secara tahunan (yoy) ini didorong oleh pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan, serta penyaluran bantuan sosial seperti BPNT dan JKN. Kebijakan fiskal tersebut secara langsung meningkatkan pendapatan siap belanja masyarakat, sehingga memacu konsumsi rumah tangga secara masif, terutama saat momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain melalui belanja pegawai dan bantuan sosial, pemerintah juga merealisasikan anggaran lewat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan infrastruktur jalan, irigasi, dan jaringan komunikasi. Program-program strategis ini memberikan dorongan nyata pada berbagai sektor produktif, mulai dari rantai pangan, katering, hingga sektor konstruksi dan industri pengolahan. Menurut Josua, dampak belanja pemerintah tidak berhenti pada angka konsumsi negara saja, melainkan menyebar luas ke aktivitas produksi dan investasi yang pada akhirnya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global.

Secara keseluruhan, kontribusi belanja pemerintah terbukti menjadi motor penggerak utama yang membantu pertumbuhan ekonomi nasional mencapai angka 5,61 persen yoy pada awal tahun 2026. Dengan kenaikan pengeluaran konsumsi pemerintah dalam PDB sebesar 21,81 persen, kebijakan ini berperan ganda; baik sebagai komponen langsung pembentuk PDB maupun sebagai stimulus tidak langsung yang mendorong belanja ritel, logistik, dan kegiatan usaha pemasok pemerintah. Kolaborasi antara belanja pusat dan daerah yang efektif dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga daya beli kelompok rentan serta menahan pelemahan konsumsi domestik. Dikutip dari Antaranews.com