Menaker Tegaskan Perluasan Akses Pelatihan Vokasi Kunci Utama Wujudkan SDM Kompeten
JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menekankan pentingnya perluasan akses pelatihan vokasi melalui balai-balai pelatihan Kemnaker sebagai strategi utama menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Dalam program Pelatihan Vokasi Nasional 2026, pemerintah mematok target ambisius sebanyak 70.000 peserta untuk disiapkan menjadi tenaga kerja siap pakai. Pada Tahap I, tercatat sebanyak 10.405 peserta telah memulai pelatihan yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK) pusat serta puluhan BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di seluruh Indonesia.
Program ini mencakup berbagai kejuruan strategis yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini, mulai dari sektor pariwisata, teknologi informasi, hingga teknik industri. Sebagai contoh, pelatihan di BBPVP Medan menghadirkan 10 program unggulan seperti Kitchen Management, Teknisi AC, hingga Operator Forklift. Menaker menegaskan bahwa diversifikasi program pelatihan ini merupakan langkah konkret Kemnaker dalam menjawab tantangan industri yang dinamis, sekaligus memastikan bahwa sertifikasi yang diperoleh peserta memiliki nilai tawar tinggi di mata pemberi kerja.
Selain mengandalkan fasilitas negara, Menaker Yassierli menginstruksikan seluruh kepala balai pelatihan untuk aktif menjalin kolaborasi dengan dunia industri guna menyiasati keterbatasan anggaran. Sinergi dengan sektor swasta diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja terampil dan memastikan materi pelatihan tetap relevan dengan standar global. Melalui penguatan ekosistem vokasi ini, pemerintah optimistis dapat menekan angka pengangguran serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui ketersediaan tenaga kerja terampil di berbagai sektor produktif. Dikutip dari RRI.co.id
