Perkuat Ketahanan Pangan, Produksi Beras RI Naik dan NTP Petani Menguat
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional pada periode JanuariāJuni 2026 akan mencapai 19,31 juta ton, atau tumbuh sebesar 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan produksi ini berbanding lurus dengan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan yang naik menjadi 112,29 pada April 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan bahwa kenaikan indeks ini didorong oleh penguatan harga yang diterima petani padi, yang mengindikasikan bahwa sektor pertanian tetap menjadi motor penggerak ekonomi perdesaan yang stabil.
Keberhasilan peningkatan produksi dalam negeri ini juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang menghentikan impor beras umum sejak tahun 2025. Data Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat penyerapan beras domestik oleh Perum Bulog hingga awal Mei 2026 telah menembus 2,53 juta ton, atau sekitar 63,3 persen dari target tahunan sebesar 4 juta ton. Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2025, yang menunjukkan efektivitas rantai pasok lokal dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional secara mandiri tanpa bergantung pada pasar internasional.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah berkat optimalisasi serapan dalam negeri. Total pasokan CBP yang mencapai 3,4 juta ton digunakan secara strategis untuk program stabilisasi harga pangan di berbagai wilayah. Dengan stok yang melimpah dan harga di tingkat petani yang terjaga, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh, sembari memastikan impor hanya dilakukan terbatas untuk varietas beras khusus yang tidak dapat diproduksi di tanah air. Dikutip dari RRI.co.id
