Rupiah Melemah ke Rp16.819 Seiring Data Pekerjaan AS yang Lampaui Ekspektasi
1 min read

Rupiah Melemah ke Rp16.819 Seiring Data Pekerjaan AS yang Lampaui Ekspektasi

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Jumat sore ke level 16.819 per dolar AS. Pelemahaan ini dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih solid dari perkiraan pasar, termasuk penurunan angka pemutusan hubungan kerja serta jumlah klaim pengangguran yang tetap rendah. Kondisi pasar tenaga kerja yang tangguh di Amerika Serikat memberikan ruang bagi penguatan dolar AS dan memberikan tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Selain faktor eksternal, sentimen negatif dari dalam negeri turut mempengaruhi pergerakan rupiah, terutama terkait dampak bencana alam di Sumatera dan belum optimalnya stimulus fiskal serta moneter dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, depresiasi rupiah sedikit tertahan oleh laporan Bank Indonesia yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen tetap berada di level optimis sebesar 123,5 pada Desember 2025. Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang akhir tahun menjadi faktor pendukung yang menjaga kepercayaan pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik.

Pergerakan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate juga mencatatkan pelemahan ke level 16.834 per dolar AS. Para analis memprediksi bahwa fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam menangani dampak bencana dan menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global. Untuk sementara waktu, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan berfluktuasi seiring dengan penyesuaian ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga di Amerika Serikat. Dikutip dari Antaranews.com