Rupiah Terperosok ke Rp17.121 Imbas Ancaman Trump Tutup Selat Hormuz
1 min read

Rupiah Terperosok ke Rp17.121 Imbas Ancaman Trump Tutup Selat Hormuz

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Senin (13/4) pagi terpantau melemah 17 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Ancaman tersebut muncul menyusul kegagalan perundingan antara AS dan Iran, di mana Trump menegaskan bahwa militer AS akan menutup jalur distribusi energi tersebut untuk mencegah apa yang ia sebut sebagai aksi “pemerasan” oleh pihak Iran.

Ketegangan semakin meruncing setelah Pemerintah Iran, melalui Ketua Komisi Keamanan Nasional Ebrahim Aziz, berencana menetapkan pungutan bagi setiap kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk sistem pengendalian wilayah. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai bahwa aksi saling klaim dan ancaman blokade ini menciptakan ketidakpastian global yang luar biasa. Jika situasi di jalur perdagangan vital tersebut tidak segera membaik, harga komoditas dunia diperkirakan akan melambung tinggi dan memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kondisi geopolitik yang memanas ini juga meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, The Fed, sebagai langkah antisipasi inflasi global. Lukman memprediksi rupiah masih akan berada dalam tekanan besar dengan rentang pergerakan di kisaran Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS sepanjang hari ini. Para pelaku pasar kini cenderung beralih ke aset aman (safe haven) dolar AS sembari memantau perkembangan militer di Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Dikutip dari Antaranews.com