Merger BUMN Karya: Danantara Dahulukan PTPP-Adhi Karya, Waskita-WIKA Menyusul
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mendahulukan proses merger sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya. Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan konsolidasi empat perusahaan tersebut menjadi prioritas karena proses merger dinilai lebih mudah dilakukan. Setelah tahap tersebut, Danantara akan melanjutkan penanganan terhadap perusahaan BUMN Karya yang membutuhkan restrukturisasi lebih kompleks.
Danantara juga tengah melakukan restrukturisasi terhadap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dengan proses merger kedua perusahaan ditargetkan menyusul setelah restrukturisasi selesai. Dony menjelaskan, WIKA dan Waskita membutuhkan sejumlah langkah penataan, termasuk optimalisasi atau investasi aset serta penurunan beban utang. Sementara itu, PT Hutama Karya dinilai relatif sehat sehingga tidak menjadi persoalan utama dalam konsolidasi BUMN Karya.
Secara keseluruhan, Danantara melakukan penataan perusahaan BUMN melalui empat skema, yakni likuidasi, divestasi, konsolidasi, dan restrukturisasi. Untuk perusahaan yang masuk dalam skema restrukturisasi, langkah yang dapat ditempuh mencakup penambahan ekuitas, injeksi aset, hingga restrukturisasi pinjaman. Selain sektor konstruksi, Danantara juga tengah mengonsolidasikan perusahaan BUMN di sektor asuransi, dengan target merger perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, asuransi kredit, termasuk asuransi berbasis syariah, dapat rampung pada akhir 2026. Dikutip dari Antaranews.com
