Jasa Raharja Bali Hadir di Dies Natalis ke-7 Poltrada, Taman Lalu Lintas Jadi Ruang Edukasi Keselamatan
3 mins read

Jasa Raharja Bali Hadir di Dies Natalis ke-7 Poltrada, Taman Lalu Lintas Jadi Ruang Edukasi Keselamatan

Tabanan – Sebuah ruang terbuka di lingkungan pendidikan kini memiliki fungsi lebih dari sekadar tempat berkegiatan. Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada Bali) menghadirkan Taman Lalu Lintas sebagai ruang edukasi yang memperkenalkan keselamatan berlalu lintas secara lebih dekat dan mudah dipahami, khususnya bagi generasi muda.

Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-7 Poltrada Bali yang dirangkaikan dengan kegiatan Edukasi Keselamatan Lalu Lintas, Jumat (2/10/2026), di Kampus Poltrada Bali, Tabanan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali Abdillah, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Bagian Operasional Alwin Bahar, S.H., M.M. dan Kepala Bagian Administrasi Wahyu Noor Wibowo, S.E. Kehadiran jajaran Jasa Raharja diterima dan turut berbaur bersama jajaran Poltrada Bali yang dipimpin Direktur Poltrada Bali Firga Ariani, S.E., M.M.Tr.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan pendekatan edukasi keselamatan lalu lintas yang menyasar berbagai kelompok, termasuk siswa Sekolah Rakyat, anak usia dini, guru, dan sivitas akademika Poltrada Bali.

Salah satu agenda utama adalah peresmian atau launching Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD), maskot SALUD Poltrada Bali “SENA” (Semut Sahabat Edukasi Transportasi Anak), serta Taman Lalu Lintas Poltrada Bali. Ketiganya menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi keselamatan yang lebih dekat dengan dunia anak dan peserta didik.

Kehadiran Taman Lalu Lintas memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal pesan keselamatan dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Edukasi mengenai perilaku aman di jalan tidak hanya ditempatkan sebagai materi yang disampaikan secara verbal, tetapi juga diperkenalkan melalui lingkungan belajar yang dapat diamati dan dipahami secara langsung.

Dalam rangkaian acara, peserta juga mendapatkan pemberian simbolis helm dan bahan sosialisasi kepada guru dan peserta, dilanjutkan dengan Senam SALUD. Setelah itu, para tamu undangan melakukan peninjauan Taman Lalu Lintas dan fasilitas kampus, termasuk demonstrasi alat Over Dimension Estimator.

Bagi Jasa Raharja, edukasi keselamatan lalu lintas merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat sebelum risiko kecelakaan terjadi. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan yang memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter generasi muda.

Kehadiran Taman Lalu Lintas juga memberikan pesan bahwa pendidikan keselamatan dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan anak. Pengenalan mengenai perilaku aman di jalan sejak usia dini diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka tumbuh menjadi pengguna jalan yang semakin aktif.

Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali Abdillah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa keselamatan lalu lintas perlu dibangun melalui proses edukasi yang dilakukan secara konsisten dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Keselamatan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Edukasi sejak usia dini merupakan investasi penting untuk membentuk kebiasaan yang baik ketika anak tumbuh menjadi pengguna jalan. Kami mengapresiasi langkah Poltrada Bali menghadirkan Taman Lalu Lintas dan Program SALUD sebagai ruang edukasi yang mendekatkan pesan keselamatan kepada generasi muda,” ujar Abdillah.

Menurutnya, kolaborasi dalam bidang keselamatan lalu lintas perlu terus dikembangkan melalui berbagai bentuk edukasi yang relevan dengan karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Jasa Raharja juga akan terus mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan.

Peringatan Dies Natalis ke-7 Poltrada Bali dengan rangkaian edukasi keselamatan lalu lintas tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi momentum perayaan institusi, tetapi juga menghadirkan pesan yang lebih luas: membangun budaya keselamatan membutuhkan proses panjang, dan proses tersebut dapat dimulai dari tempat anak-anak belajar mengenal jalan.