Menata Administrasi, Menjaga Pelayanan, Jasa Raharja Perkuat Koordinasi dengan RS Panti Rapih dan RS Bethesda
Yogyakarta – PT Jasa Raharja melaksanakan audiensi dengan RS Panti Rapih dan RS Bethesda dalam rangka memperkuat koordinasi terkait outstanding jaminan Jasa Raharja. Rabu, 7 Oktober 2026 Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga sinergi dengan mitra rumah sakit sekaligus mendukung kelancaran pelayanan bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Dalam audiensi tersebut, Jasa Raharja bersama pihak rumah sakit membahas kondisi dan proses penyelesaian tagihan jaminan yang masih menjadi outstanding. Koordinasi dilakukan untuk menyamakan informasi serta mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan agar proses administrasi dan penyelesaian tagihan dapat berjalan secara lebih efektif.
Selain membahas aspek administrasi, pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara Jasa Raharja dengan pihak rumah sakit. Hubungan koordinasi yang baik dengan mitra pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung proses pelayanan korban kecelakaan, mulai dari pemberian jaminan hingga penyelesaian administrasi setelah pelayanan diberikan.
Kegiatan dihadiri oleh Eko Mulyanto selaku Kepala Bagian Operasional dan Frenki Sahat selaku Kepala Subbagian Administrasi Santunan dari Jasa Raharja. Dari RS Panti Rapih turut hadir Dr. Putri selaku Kepala Penjaminan dan Suwarman selaku PIC, sedangkan dari RS Bethesda kegiatan diwakili oleh Nova selaku PIC rumah sakit.
Melalui audiensi tersebut, Jasa Raharja berharap koordinasi dengan RS Panti Rapih dan RS Bethesda dapat terus terjaga dan berjalan secara berkelanjutan. Sinergi yang semakin baik diharapkan dapat mendukung percepatan penyelesaian outstanding jaminan sekaligus menjaga kualitas pelayanan yang optimal bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Eko Mulyanto selaku Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja menyampaikan bahwa audiensi dengan RS Panti Rapih dan RS Bethesda merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam penyelesaian outstanding jaminan Jasa Raharja. “Melalui pertemuan ini, kami melakukan koordinasi dan menyamakan informasi dengan pihak rumah sakit terkait proses penyelesaian tagihan jaminan yang masih berjalan. Hal ini penting agar setiap proses administrasi dapat ditindaklanjuti dengan baik dan pelayanan kepada korban kecelakaan tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi yang terjaga dengan pihak rumah sakit menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pelayanan korban kecelakaan lalu lintas. “Kami berupaya membangun koordinasi yang terbuka dengan mitra rumah sakit, sehingga apabila terdapat kendala dalam proses administrasi maupun penyelesaian tagihan, dapat segera dikomunikasikan dan dicari langkah penyelesaiannya secara bersama,” katanya.
“Kami berharap koordinasi dengan RS Panti Rapih dan RS Bethesda dapat terus berjalan dengan baik dan proses penyelesaian outstanding jaminan dapat dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan. Dengan komunikasi yang semakin kuat dan administrasi yang tertib, kami berharap kualitas pelayanan kepada korban kecelakaan dapat terus dijaga dan ditingkatkan,” pungkasnya.
