BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal Akibat Curah Hujan Rendah
1 min read

BMKG: Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal Akibat Curah Hujan Rendah

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai prediksi musim kemarau 2026 yang diperkirakan datang lebih awal dibandingkan kondisi normal. Berdasarkan data terbaru, sekitar 56 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan memasuki masa kering mulai April hingga Mei 2026. Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa fenomena ini ditandai dengan intensitas curah hujan yang jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata klimatologis selama tiga dekade terakhir, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi kekeringan.

Selain datang lebih cepat, durasi musim kemarau 2026 juga diprediksi berlangsung lebih panjang dan cenderung lebih kering. BMKG mencatat sebanyak 64 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan di bawah normal sepanjang periode ini. Meski kondisinya diperkirakan lebih kering dari biasanya, Fachri menegaskan bahwa tingkat kekeringannya tidak se-ekstrem fenomena El Nino pada tahun 1997 silam. Kendati demikian, pola cuaca yang unik ini tetap menuntut kesiapsiagaan tinggi dari berbagai sektor guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Sebagai langkah mitigasi dampak kekeringan, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan berbagai persiapan strategis di lapangan. Fokus utama terletak pada sektor pertanian melalui penguatan infrastruktur air dan efisiensi pola tanam, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di berbagai wilayah, seperti Kota Blitar, mulai memetakan zona rawan serta menyiapkan puluhan tandon air bersih. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menjaga ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih bagi masyarakat di tengah ancaman musim kemarau panjang tahun ini. Dikutip dari RRI.co.id