BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi di Jatim-Jateng Termanfaatkan Optimal
1 min read

BPH Migas Pastikan Pasokan Gas Bumi di Jatim-Jateng Termanfaatkan Optimal

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan bahwa pasokan gas bumi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah telah termanfaatkan secara optimal untuk mendukung sektor industri dan rumah tangga. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran gas bumi di wilayah tersebut mencapai 440,33 BBTUD pada akhir 2025. Stabilitas produksi dari lapangan utama seperti Jambaran Tiung Biru (JTB) dan Blok Cepu menjadi kunci keandalan energi yang juga dipersiapkan sebagai tulang punggung transisi energi nasional menuju target Indonesia Emas.

Dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya, Wahyudi menekankan pentingnya integrasi infrastruktur pipa transmisi untuk meningkatkan pemanfaatan gas dalam negeri. Dengan rampungnya proyek pipa Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II, distribusi gas dari Jatim dan Jateng kini dapat menjangkau konsumen di Jawa Barat secara lebih efisien. Optimalisasi ini diharapkan dapat menekan ketergantungan pada LPG impor, mengingat kapasitas pipa transmisi di Pulau Jawa kini sudah terintegrasi dengan baik dari Pagerungan hingga Cirebon.

Wakil Ketua Komisi XII DPR, Sugeng Suparwoto, memberikan apresiasi terhadap kinerja sektor hulu dan hilir dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pada tahun 2026, produksi gas dari Lapangan JTB ditargetkan meningkat hingga 192 MMSCFD, didukung oleh inovasi teknologi seperti Enhanced Oil Recovery (EOR). Melalui kolaborasi lintas sektor antara BPH Migas, SKK Migas, dan KKKS, pemerintah optimis swasembada energi dapat tercapai pada tahun 2030, sekaligus memperluas jaringan gas bumi (jargas) untuk masyarakat dan pelaku UMKM di sepanjang jalur pipa transmisi. Dikutip dari Antaranews.com