Ditutup Menghijau, IHSG Menguat di Tengah Sikap ‘Wait and See’ Kebijakan BI
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Senin sore (20/7/2026). Indeks utama melaju di zona hijau dan parkir dengan kenaikan 56,25 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.231,78, sementara kelompok 45 saham unggulan (indeks LQ45) ikut terkerek naik 0,94 persen ke level 627,75. Performa positif bursa saham domestik hari ini terjadi di tengah sikap investor yang cenderung wait and see atau mencermati arah kebijakan suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan berlangsung pekan ini pada 21–22 Juli 2026.
Founder Republik Investor sekaligus pengamat pasar modal, Hendra Wardana, memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada di rentang rentang 6.000 hingga 6.300 sepanjang pekan penting ini. Menurutnya, pasar kini jauh lebih sensitif terhadap sinyal proyeksi (forward guidance) dari bank sentral terkait stabilitas nilai tukar Rupiah dan arus modal asing daripada besaran nominal BI-Rate yang saat ini bertahan di level 5,75 persen. Meskipun volatilitas pasar berpotensi tetap tinggi hingga akhir tahun 2026, respons positif pelaku pasar dinilai akan mendominasi jika BI mampu menjaga keseimbangan yang solid antara stabilitas makroekonomi dan pemulihan pertumbuhan ekonomi nasional.
Secara sektoral, penguatan bursa hari ini ditopang oleh laju impresif dari sembilan sektor saham IDX-IC. Sektor industri memimpin penguatan dengan lonjakan sebesar 3,23 persen, disusul ketat oleh sektor energi sebesar 2,55 persen dan sektor barang baku sebesar 1,79 persen. Sebaliknya, hanya ada dua sektor yang tergelincir ke zona merah, yakni sektor teknologi yang melemah 0,63 persen dan sektor kesehatan sebesar 0,19 persen. Hingga bel penutupan berbunyi, nilai transaksi perdagangan saham harian di BEI berjalan sangat likuid dengan membukukan total nilai transaksi mencapai Rp17,11 triliun dari 2.362.000 kali frekuensi perdagangan. Dikutip dari Antaranews.com
