Indonesia Tingkatkan Posisi Mineral Kritis Lewat Transformasi Nikel Hijau
2 mins read

Indonesia Tingkatkan Posisi Mineral Kritis Lewat Transformasi Nikel Hijau

Jakarta: Dalam perhelatan Konferensi Perubahan Iklim Dunia COP30, MIND ID Group menegaskan bahwa masa depan industri nikel Indonesia hanya berkelanjutan jika dibangun dengan pendekatan hijau dan teknologi rendah karbon. PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, menyampaikan bahwa transformasi nikel hijau menjadi kunci bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain global mineral kritis di era transisi energi.

Director and Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budi Awansyah, menekankan bahwa kontribusi Indonesia terhadap agenda iklim dunia tidak hanya diukur dari cadangan mineral kritis, tetapi dari pengelolaan industri nikel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Indonesia memiliki lebih dari 40 persen cadangan nikel dunia, menjadikannya pusat strategis dalam rantai pasok kendaraan listrik dan baterai.

Budi menekankan bahwa smelter nikel merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar dalam industri ekstraktif. Oleh karena itu, industri nikel nasional perlu memimpin melalui operasi rendah karbon, efisiensi energi, dan tata kelola yang ketat. PT Vale Indonesia Tbk telah melakukan berbagai langkah dekarbonisasi, termasuk penggunaan energi bersih seperti hidropower, optimalisasi panas buangan, pemanfaatan gas CO dan hidrogen, serta peningkatan efisiensi smelter.

Dalam pengelolaan lingkungan, Vale berhasil memanfaatkan 510 m³ air daur ulang di fasilitas Lamella Gravity Settler dan mengelola limbah menjadi material konstruksi serta lapisan jalan tambang. Perusahaan meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, satu-satunya smelter nikel terintegrasi yang memperoleh penghargaan tertinggi tersebut pada 2024.

“Capaian seperti pemanfaatan air daur ulang dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab adalah bukti bahwa transformasi rendah karbon bukan sekadar retorika, tetapi praktik nyata,” ujar Budi. Skor keberlanjutan Vale juga turun menjadi 23,7, menandakan implementasi nyata transformasi hijau dalam operasi smelter.

Melalui forum COP30, MIND ID menegaskan bahwa kekuatan Indonesia dalam mineral kritis tidak hanya terletak pada sumber daya, tetapi pada kemampuan membangun rantai pasok yang memenuhi standar internasional, selaras dengan target Net Zero Emission dan Nationally Determined Contribution (NDC). Indonesia siap melangkah lebih jauh sebagai negara yang tidak hanya kaya mineral strategis, tetapi juga memimpin pasar mineral kritis dunia melalui teknologi rendah karbon, operasi berkelanjutan, dan integrasi ekosistem nikel hijau. Dikutip dari RRI.co.id