Mentan Rintis Ekspor Produk Olahan Unggas Indonesia ke Pasar Filipina
1 min read

Mentan Rintis Ekspor Produk Olahan Unggas Indonesia ke Pasar Filipina

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah merintis ekspansi pasar ekspor produk olahan unggas nasional ke Filipina. Langkah ini bertujuan untuk menambah daftar negara tujuan ekspor perunggasan Indonesia menjadi 11 negara, memperluas jangkauan yang sebelumnya telah rutin menembus pasar Singapura, Jepang, Timor Leste, hingga kawasan Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Oman. Penjajakan pasar baru ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasar global guna memperkuat devisa negara dari sektor peternakan.

Dalam kegiatan pelepasan ekspor sebanyak 545 ton produk unggas senilai Rp18,2 miliar di Jakarta, Selasa (3/3), Mentan menekankan pentingnya hilirisasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan mengekspor produk olahan, nilai tambah yang dihasilkan meningkat hingga seratus persen, dari kisaran Rp30.000 menjadi Rp60.000 per kilogram dibandingkan hanya menjual ayam hidup. Hilirisasi ini dipandang sebagai solusi strategis untuk meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan peternak rakyat di dalam negeri.

Guna mendukung akselerasi ekspor ini, Kementerian Pertanian menjamin kemudahan layanan perizinan yang super cepat. Mentan menginstruksikan agar proses administrasi ekspor diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam, bahkan ditargetkan selesai hanya dalam satu jam. Pelayanan prima ini diharapkan dapat memangkas hambatan birokrasi, meningkatkan daya saing produk unggas Indonesia di kancah internasional, serta memastikan roda ekonomi di sektor perunggasan terus bergerak berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com