Pertamina Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
1 min read

Pertamina Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah untuk Produksi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Pertamina mulai mengembangkan rantai pasok minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku energi alternatif. Limbah minyak goreng dari rumah tangga hingga usaha kuliner tersebut dibidik untuk diolah menjadi dua produk energi, yakni Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan dan Green Gasoline atau bensin hijau. Melalui Pertamina Patra Niaga, perusahaan memperkuat ekosistem pengumpulan minyak jelantah dengan melibatkan masyarakat, koperasi, serta berbagai mitra untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri energi.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemanfaatan minyak jelantah merupakan upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di masyarakat sekaligus mendukung transisi energi. Menurutnya, minyak jelantah memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku energi masa depan yang bernilai tambah. Selain mendukung produksi SAF, pengembangan UCO juga diarahkan untuk menghasilkan bensin hijau sehingga dapat memperluas sumber bahan baku industri bahan bakar nasional.

Untuk merealisasikan pengembangan tersebut, Pertamina perlu memastikan kesiapan teknologi dan infrastruktur pengolahan di kilang, selain membangun sistem pengumpulan minyak jelantah yang berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat sebagai penyedia bahan baku, mitra pengumpulan, dan kemampuan teknologi kilang menjadi faktor penting dalam membangun rantai pasok energi alternatif dari hulu hingga hilir. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah minyak goreng menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus mendukung produksi energi yang lebih ramah lingkungan. Dikutip dari Suara.com