Rupiah Menguat ke Rp17.123, Terkerek Harapan Negosiasi Iran-AS
JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat tipis pada perdagangan Rabu (15/4/2026) pagi. Mata uang Garuda terapresiasi 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.123 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.127. Penguatan ini didorong oleh sentimen global terkait meredanya tensi geopolitik, di mana pasar menaruh harapan besar pada putaran kedua negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat yang dikabarkan akan segera berlangsung di Pakistan.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa ekspektasi perdamaian tersebut memberikan dampak positif dengan menekan harga minyak mentah dunia dan melemahkan indeks dolar AS. Laporan menyebutkan Wakil Presiden AS, JD Vance, kemungkinan besar akan kembali memimpin delegasi dalam perundingan lanjutan ini atas arahan Presiden Donald Trump. Meski kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak akhir Februari lalu belum tercapai, sinyal diplomasi ini cukup untuk memberikan ruang penguatan bagi rupiah di kisaran Rp17.070 hingga Rp17.120 per dolar AS.
Dari sisi domestik, pergerakan rupiah juga didukung oleh tingginya minat investor terhadap Surat Utang Negara. Hasil lelang obligasi pemerintah kemarin mencatatkan kenaikan permintaan hingga 34 persen, terutama pada tenor menengah yang mencapai Rp42 triliun. Tren positif ini berhasil mendorong penurunan imbal hasil (yield) obligasi sebesar 20 hingga 30 basis points (bps). Faktor ini memberikan angin segar bagi pembiayaan utang pemerintah, meskipun pelaku pasar tetap mencermati tingginya beban bunga utang terhadap postur APBN saat ini. Dikutip dari Antaranews.com
