Strategi Kemenkeu Jaga Ketahanan APBN dan Rasio Utang dari Gejolak Global
1 min read

Strategi Kemenkeu Jaga Ketahanan APBN dan Rasio Utang dari Gejolak Global

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan komitmennya untuk menjaga rasio utang tetap sehat dan terkendali di tengah meningkatnya tekanan global, seperti lonjakan harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Direktur Strategi Stabilisasi Ekonomi Kemenkeu, Noor Faisal Achmad, menyatakan bahwa fundamental fiskal Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan negara sejawat (peers). Pemerintah secara konsisten menjaga defisit anggaran tetap prudent di bawah 3 persen serta memastikan rasio utang tetap berada di bawah batas aman 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam forum ekonomi di Jakarta, Senin (13/4/2026), Kemenkeu menyoroti bahwa ketahanan ekonomi nasional didukung oleh pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, serta perbaikan indikator kesejahteraan seperti penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Ruang fiskal yang sehat menjadi modal penting bagi Indonesia untuk meredam dampak eksternal tanpa mengganggu kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan kondisi ini, pemerintah optimistis mampu menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global dengan lebih tangguh.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah kembali memfungsikan APBN sebagai peredam kejut (shock absorber) untuk melindungi masyarakat dari lonjakan biaya hidup akibat tekanan harga energi global. Kemenkeu akan terus memantau perkembangan situasi internasional sembari melakukan efisiensi anggaran dan mendorong peningkatan penerimaan negara. Sinergi kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan fiskal sekaligus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di masa mendatang. Dikutip dari Antaranews.com