IHSG Menguat pada Sesi I, Saham BUMI Meroket 7%
2 mins read

IHSG Menguat pada Sesi I, Saham BUMI Meroket 7%

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,95 persen atau naik 48,15 poin ke level 5.105,20 pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (2/11/2026). Penguatan IHSG ini terjadi di tengah respons positif pelaku pasar terhadap kebijakan baru otoritas bursa terkait penyesuaian perhitungan indeks terhadap emiten berstatus High Shareholding Concentration (HSC). Kebijakan tersebut dinilai memberikan ruang pergerakan yang lebih dinamis bagi pasar saham domestik. Aktivitas transaksi sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang penguatan IHSG, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin daftar saham dengan nilai transaksi tertinggi setelah menguat 0,90 persen ke Rp5.025. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi sorotan setelah melonjak 7,56 persen ke level Rp128.

Selain BUMI, sejumlah saham lainnya juga mendominasi perdagangan IHSG sesi I. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 5,88 persen ke Rp10.800, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) stagnan di level Rp2.800. Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menguat 6,64 persen ke Rp1.365. Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang sektor barang baku yang naik 2,27 persen ke level 1.298,19. Kenaikan sektor ini didorong oleh saham TPIA, BRPT, MDKA, BRMS, dan MBMA. Sektor energi juga mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan 1,94 persen ke level 2.468,53, ditopang oleh penguatan saham BUMI, DSSA, PGAS, PTRO, dan DEWA yang melonjak 10,28 persen ke Rp236.

Sementara itu, sektor keuangan turut memberikan kontribusi terhadap penguatan IHSG dengan kenaikan 0,43 persen ke level 1.203,35. Sejumlah saham yang menopang sektor ini antara lain CASA, BBCA, BNLI, LIFE, dan BSIM. Saham LIFE bahkan melesat 11,11 persen ke level Rp10.000, menjadi salah satu saham dengan penguatan tertinggi pada perdagangan sesi I. Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada awal perdagangan pekan ini mencerminkan respons positif pasar terhadap kebijakan penyesuaian bobot saham berstatus HSC serta meningkatnya aktivitas transaksi pada sejumlah saham unggulan. Pergerakan saham BUMI yang melonjak lebih dari 7 persen juga menjadi salah satu perhatian investor dalam mencermati peluang dan dinamika pasar modal Indonesia. Dikutip dari Suara.com